- KPSI selalu mencari cela untuk menduduki singgasana PSSI
- Principal PSSI mencicil hadiah, KPSI membuat drama di media
- KPSI melarang pemain klub ISL bergabung dengan Timnas
- KPSI syukuran jika PSSI kalah telak.
- PSSI membangun Timnas untuk piala AFF, KPSI membuat Timnas tandingan
- PSSI mengikuti aturan FIFA, KPSI mengikuti aturan aroganisme
- 2 kubu pro & kontra saling adu argumen lewat media.
Wacana tersebut menjadi tajuk hingar bingar diseluruh media nasional, konflik yang tak berujung.
Untuk ajang Piala AFF Cup dalam waktu dekat ini harusnya PSSI tidak memasang target juara, saya justru lebih condong PSSI mengirim Timnas u-23 kombinasi U-21. Tidak ada gunanya terus-menerus mengemis ke Klub ISL untuk meminta pemain. Tidak ada jaminan juara kalau mereka ikut bergabung. PSSI tidak usah memasang target juara, saya pesimis meski adanya pemain ISL.
Mari kita songsong tahun 2013 dengan semangat pembinaan dari usia dini, giatkan event reguler tiap tahun secara kontinyu disetiap level usia dini mulai dari U-13 sampai U-21. Meski timnas jeblok prestasi dalam 2-3 tahun, tapi masyarakat tahu PSSI "telah" mempunyai senjata ampuh di hari kemudian dengan maraknya roda kompetisi di tingkat usia dini.
Stop membuang energi meladeni manuver KPSI, baiknya PSSI fokus dan fokus pembinaan usia muda di seluruh daerah. Dengan roda kompetisi yang sehat, semarak dan secara kontinyu, bukan hal mustahil sponsor banyak tertarik.
Sepak terjang KPSI dengan berbagai manuver-manuver busuk yang sering menyudutkan PSSI dan sering menghipnotis publik awam begitu jijik dan menghancurkan prestasi sepakbola nasional, itu MENGISYARATKAN ada niat yang tidak baik dari sepak terjang itu.
Salam Sepakbola Nasional

Posting Komentar